18 October 2017

Benarkah Tarif Telkomsel Mahal?

Tidak bisa dimungkiri, ketersediaan pulsa di ponsel adalah sebuah kebutuhan dasar di era digital ini. Secanggih apa pun ponselnya, jika tidak diimbangi dengan saldo pulsa, tentu akan membuat kinerja beragam fitur menjadi kurang maksimal.

Bicara soal pulsa, Anda tentu masih ingat dengan aksi protes pengguna internet terhadap operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel. Bukan hanya dalam kicauan di beragam media sosial, aksi protes ini bahkan melakukan pembajakan terhadap situs resmi Telkomsel pada April 2017 lalu.
Warga internet memberikan banyak reaksi terhadap kejadian ini. Sebagian mendukung aksi hacking tersebut dan sebagian lainnya justru menyayangkan. Pasalnya, mereka yang menyadari bahwa tarif Telkomsel cenderung lebih tinggi dibandingkan operator lainnya memahami alasan di balik kebijakan tersebut.


Selama lebih dari dua dekade berdiri, Telkomsel membuktikan pelayanan terbaiknya untuk setiap pelanggan. Pemerataan jaringan terus diupayakan untuk memerdekakan setiap masyarakat dari isolasi telekomunikasi.

Benarkah Tarif Telkomsel Tinggi?

Jika dikomparasi dengan kompetitor, tarif Telkomsel memang relatif lebih tinggi. Namun, apakah kebijakan tarif operator merah putih ini di luar batas kewajaran?

Muhammad Ridwan Effendi membantah hal tersebut. Sekretaris Jendral Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB itu justru menyebutkan bahwa tarif internet di Indonesia termasuk yang paling murah di dunia. Dibandingkan negara-negara lainnya, biaya berlangganan internet di Indonesia lebih murah—bahkan termurah setelah India.

Saat ini Telkomsel masih banyak melakukan subsidi silang. Pendapatan operator pun sesungguhnya cenderung stagnan karena pengurangan harga internet ‘diimbangi’ dengan peningkatan harga layanan telepon (voice).

Bila dilihat dari kaca mata pelanggan dan sisi kerakyatan, kebijakan ini tentulah tidak adil. Dalam kenyataannya justru masyarakat dengan kelas menengah ke bawah yang banyak melakukan komunikasi voice, sementara penggunaan data digunakan oleh kalangan menengah ke atas. Efek gunting inilah yang sedang dilakukan oleh Telkomsel—untuk mengurangi gap tersebut.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Kahlil Rowter, Chief Economiest PT. Danareksa Sekuritas. Menurutnya, kualitas yang diberikan senada dengan harga yang harus dibayarkan. Beliau menegaskan agar pertimbangan tidak hanya dilihat dari segi kuantitas, tetapi justru dari kualitas yang diberikan oleh operator.

Bijak dalam Menggunakan Pulsa

Mengingat semakin besarnya kebutuhan pulsa atau kuota—yang berimbas pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan tersebut, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan lebih bijak memanfaatkan pulsa atau kuota.

Anda bisa mengoptimalkan penggunaan pulsa atau data internet - pada smartphone Android - dengan melakukan beberapa cara, seperti misalnya:
  • Meminimalisasi komunikasi langsung dan lebih banyak memanfaatkan fitur “chatting” yang ada di sosial media untuk menghemat biaya telepon.
  • Menggunakan fitur “data saver” untuk pengguna Chrome, yang bisa mengompres pemakaian data hingga 50%.
  • Memilih opsi nonaktif pada beberapa sinkronisasi aplikasi di ponsel, yaitu dengan melakukan pengaturan (setting > accounts > ubah status sinkronisasi pada aplikasi yang tidak dibutuhkan). Termasuk juga membatasi update aplikasi yang biasanya secara otomatis dilakukan oleh Google Play, atau
  • Memanfaatkan pemberitahuan limit penggunaan kuota atau “data usage warning” yang ada di menu “setting” atau pengaturan.
Tanpa adanya kontrol, kasus kehabisan pulsa atau kuota di tengah jalan memang kerap mengganggu aktivitas. Khusus untuk pengguna Telkomsel, Jika Anda berada dalam kondisi tersebut—kehabisan pulsa—dan tidak memungkinkan untuk melakukan isi ulang sendiri ke konter atau penjual pulsa, Anda bisa meminta bantuan kerabat atau rekan yang menggunakan provider Telkomsel untuk melakukan transfer pulsa Telkomsel melalui *858#.

Transfer pulsa Tekolmsel ini bisa dilakukan oleh dan ke pengguna T-sel prabayar (kartuAs, simPATI, dan LOOP). Selain transfer pulsa, Anda juga bisa memanfaatkan fitur pembelian pulsa secara online, seperti melalui aplikasi Traveloka. Info transfer pulsa Telkomsel dari Traveloka bisa diakses dengan cukup mudah, sehingga jika Anda lupa bagaimana cara melakukan transfer, bisa mengeceknya di situs tersebut.

Dengan melakukan transfer pulsa Telkomsel, pengguna dapat memberikan pulsa kepada pengguna T-sel lainnya dengan memotong sejumlah nominal pulsa yang dimilikinya. Besarnya transfer yang bisa dilakukan juga beragam sesuai kebutuhan. Yang perlu diperhatikan, syarat pengirim dapat melakukan transfer ini adalah memiliki saldo pulsa minimal Rp5.000.

Layanan transfer pulsa ini dapat digunakan untuk membantu karib atau kerabat yang sedang membutuhkan pulsa dan tidak dapat melakukan pengisian pulsa sendiri. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan fitur ini sebagai bentuk perhatian kecil kepada orang-orang terdekat.

Tags :

Benarkah Tarif Telkomsel Mahal?

0 komentar:

close